FeniFine's Motto

"Kesuksesan anda tidak bisa dibandingkan dengan orang lain, melainkan dibandingkan dengan diri anda sebelumnya." ~Jaya Setiabudi

Minggu, 24 Juni 2012

Sunrise Pertamaku :)

Libur panjang pertengahan Mei 2012 saya isi dengan menikmati keindahan alam  salah satu bukit yang terletak di Piyungan selama 2 hari satu malam. Tepatnya 16 juni 2012 malam sampai 17 juni 2012 pagi. Hari Rabu ba’da Magrib dengan diantar kakak, saya melaju ke Dusun Kabregan, Piyungan, Bantul. Menyusul beberapa teman yang sudah sampai disana sejak sore tadi.

Kami mengadakan acara outbond untuk adik-adik SMA N 9 Yogyakarta. Kami menyewa beberapa rumah warga yang memang sudah biasa disewakan untuk wisatawan. Laki-laki dan perempuan beda rumah jelas. Karena peserta siswi puri cukup banyak, saya tidak mendapat tempat untuk tidur di dalam. Saya pun setengah tidur setengah bangun semalaman di teras bersama teman senasib yang lain.

Tetangga rumah yang kami sewa ternyata esoknya akan mengadakan hajatan. Alhasil kami ditemani satu lagu dangdut yang diputar berulang-ulang oleh mereka sampai dini hari! Saya pun terus terngiang-ngiang lagu itu sampai beberapa hari setelah outbond. Sempat cari tahu di google lagu itu judulnya apa dan siapa penyanyinya. Habis terngiang-ngiang terus sih, haha. Ternyata itu lagu milik Rhoma Irama, tapi kalau yang diputer disana dulu sih yang nyanyi cewek, mungkin nyanyiin ulang gitu ya. Judulnya apa saya lupa. Ini sepenggal lirik yang dulu terus terngiang-ngiang sampai beberapa hari itu:

“Mengapa, mengapa hatiku..”

Pokoknya kata mengapa-mengapa diulang-ulang. Hehe. Alhamdulillah sekarang sudah tidak terngiang-ngiang seperti dulu lagi Open-mouthed smile.

Sebelum Shubuh kami mulai perjalanan menuju puncak bukit. Kami salat Shubuh di perjalanan. Ternyata cukup lama juga. Ternyata perjalanannya jauh juga, melelahkan tentu. Rasanya ingin istirahat di tengah jalan tapi takut kehilangan momen sunrise. O iya, saya dulu tidak ikut survay tempat, jadilah sekarang kaget dengan medan yang berkilo-kilo.

Akhirnya kami sampai juga di puncak. Dan taraaaa…. Saya ketinggalan detik-detik menuju sunrise. Tapi tak apalah pemandangan masih cukup bagus kok. Ini dia fotonya:

sunrise di piyungan

Dan saya ketagihan untuk pengen liat sunrise lagi!! Meskipun tadi perjalanan terasa berat, tapi setelah lihat sunrise,, gak nyesel dah tadi udah bercapek-capek ria mendaki bukit !! Open-mouthed smile

Apalagi pemandangan di bawah bukit juga menarik, di sebelah utara tampak gunung Merapi berdiri dengan kokohnya. Pokoknya senang deh! Open-mouthed smile

merapi dr piyungan

Sayangnya saya tidak bisa berlama-lama disana, karena saya harus jaga pos salah satu permainan dalam outbond. Oke deh.

Setelah selesai outbond, acara selanjutnya jelas, beres2 untuk pulaaannggg,, Open-mouthed smile

Karena kemarin saya hanya diantar kakak saya, maka sekarang saya pulang ikut bis bersama adik-adik. Sepanjang perjalanan saya bersyukur. Alhamdulillah saya memutuskan untuk ikut acara ini. Rasanya senang. Meluangkan diri untuk berbuat baik memang lebih baik dibanding malas-malasan di rumah, hehe.
Saya jadi punya pengalaman lihat sunrise. Sebelumnya saya belum pernah lihat sunrise soalnya hhaha. Ndeso ya. Tapi kan malah orang desa yang tinggal di bukit, gunung, dan pantai iya kan? Jadi saya tidak ndeso no, haha #hanyalahpembenaran.

Sebelum ikut acara saya juga tidak tahu kalau bakal ada acara lihat sunrise, berasa surprise aja gitu.
Yah, pokoknya saya suka lihat sunrise dan ketagihan!!

O iya selama saya semalaman di teras saya melihat pemandangan yang cukup indah di langit. Kalau langit diatas desa tempat saya menginap sih cerah dan indah. Tapi yang membuat saya lebih tertarik itu kilatan-kilatan cahaya munkin petir tapi lebih mirip kembang api (menurut saya) di langit bagian tenggara. Beberapa kali saya coba memotret, tapi gagal. Cahaya itu muncul berkali-kali tapi dalam hitungan detik. Ya,namanya aja kamera pocket jadi ya kurang canggih mungkin untuk menangkap objek tersebut. Akhirnya saya video. Karena batere dan kesibukan sebagai tim outbond saya tidak bisa lama merekam kejadian itu.

Minggu, 03 Juni 2012

Jual Baju Renang Muslim dan Muslimah

Terima Pre-Order Baju Renang Muslim Muslimah Syar'i untuk Anak dan Dewasa

Agar tidak ketinggalan info-info terbaru silakan like Fan Page-nya dulu :)
>>> Fan Page Baju Renang Muslim <<<



Terima Pre-Order jumlah berapapun, meskipun 1 pcs, berikut harga untuk pre order satuan, tahun depan harga naik loh kakak sekalian, jadi silakan segera diorder selagi harga belum naik ^^

image

Diskon 15% untuk pre-order minimal 30 pcs :)
Bahan: Serena.
DP minimal 50% dari harga total.

Untuk melakukan Pre Order silakan hubungi:
Whatsapp: 0852 2181 1993

Format Pre-Order:
Nama:
Alamat:
Sistem Pembayaran: Ketemuan langsung/ transfer
Produk: Baju Renang Muslim/Muslimah Anak/Dewasa
Ukuran:
Lingkar dada:
Lingkar pinggang:
Lingkar pinggul:
Panjang lengan:
Panjang celana:
Jumlah: ... pcs
Model:
Untuk laki-laki: lengan panjang/pendek
Untuk muslimah silakan pilih diantara 3 berikut: ketik A/B/C



Pilihan warna:
pink-hitam, biru-hitam, hijau tua-hitam, hijau muda-hitam.
Untuk laki-laki ada pilihan lengan panjang atau pendek.

Lokasi seller di Jogja.
Testimoni


hanin

Senin, 07 Mei 2012

Tips Lolos ELTIM

Saya tidak tahu saya sebenarnya pantas tidak menulis ini. Mungkin saja kan tahun kemarin saya bisa lolos jadi finalis hanya karena beruntung. Selain itu saya juga masih minim pengalaman soal LTIM, karena saya baru tahu kalau ada lomba LTIM tahun 2011 kemarin dan tahun kemarin saya hanya mengajukan 1 proposal. Alhamdulillahnya bisa mendapat nilai tertinggi pararel untuk proposal dan mungkin nilai terendah untuk laporan, haha. So, untuk masalah pembuatan laporan saya mungkin bukan narasumber yang tepat tapi kalau untuk pembuatan proposal okelah tidak apa-apa,, hehe.

Langsung saja ini tips membuat proposal LTIM agar lolos menurut saya :D

1.    Cermati betul format lomba LTIM dan patuhi. Ketika saya di Dikpora, saya melihat ada proposal yang halaman judulnya tidak sesuai format. Memang aneh halaman judul yang ada tanda tangan dan pengesahannya, tapi kalau format yang dianjurkan juri memang seperti itu, ya patuhi saja. Fyi, setiap tahun FT UNY mengadakan hibah penelitian untuk mahasiswanya dan mengharuskan penggunaan format LITM untuk setiap proposal yang akan diajukan. Sehingga maklum saja kalau mayoritas finalis UNY yang kemarin lolos LITM berasal dari FT!!

2.  Setelah mendapatkan ide cek dulu di internet apakah ide tersebut sudah pernah ada atau belum, apakah benar-benar layak disebut inovasi. Coba cari juga menggunakan bahasa Inggris siapa tahu ide tersebut sudah diterapkan di luar negri. 3. Setelah mendapatkan ide perjelas konsep produk yang akan dibuat, bahannya dari apa, dan penggunaannya seperti apa, dan akan digunakan oleh siapa (target pasar).

4.    Perhatikan apa saja yang dinilai oleh juri, tonjolkan pada proposal bahwa produk kamu sesuai dengan kriteria juri tersebut. Tunjukkan bahwa produk kamu mengandung inovasi, dan merupakan solusi baru dari permasalahan yang kamu angkat di latar belakang. Yakinkan betul bahwa produkmu benar-benar dibutuhkan masyarakat. Pada bagian analisis pasar bisa kamu bandingkan produkmu dengan produk lama yang sudah ada sebelumnya. Tunjukkan kelebihan produkmu secara jelas dan meyakinkan. 5. Tunjukkan juga bahwa kamu benar-benar berniat untuk menjual produk kamu dan terus meneruskannya karena produkmu dibutuhkan masyarakat dan mempunyai potensi keuntungan yang cukup besar.

6.       Berdo’a.

Senin, 09 Januari 2012

Speedy Sahabat Pelajar Kritis

Ini tulisanku jaman SMA dulu, yang masuk nominasi Speedy Writing Competition 2008 Etape DIY-Jateng :)

Sahabat Pelajar Kritis
(Oleh: Feni Tri Utami)
Speedy merupakan merupakan salah satu layanan akses internet, salah satu produk unggulan PT. TELKOM, perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap yang terbesar di Indonesia. Speedy sangat populer dikalangan pelajar di sekitar saya. Menurut pengetahuan saya, belum ada layanan akses internet yang kepopulerannya melebihi Speedy, ini merupakan prestasi tersendiri bagi Speedy. Akan tetapi terkadang saya dan teman-teman merasakan akses menggunakan Speedy tidak secepat biasanya, semoga menjadi koreksi bagi Speedy.
Pelajar sangat sering memanfaatkan speedy, hal yang sering saya temukan diantara teman-teman saya adalah memanfaatkan Speedy untuk ajang mencari teman melalui friendster dan menyelesaikan tugas sekolah. Terkadang Speedy juga dimanfaatkan pelajar untuk mencari info beasiswa, lomba, isu yang sedang hangat, dan artikel-artikel yang ada di internet.
Dalam hal ini menurut saya Speedy, ikut mempermudah pembangunan budaya kritis dikalangan pelajar. Pelajar dapat mencari bahan pelajaran sekolah tidak hanya dari satu sumber, namun berbagai sumber. Perkembangan terbaru dari ilmu pengetahuan pun dapat cepat sampai kepada pelajar, inilah salah satu kelebihan internet, meskipun dibandingkan dengan buku pelajaran terbitan terbaru.
Pelajar yang nantinya menentukan masa depan Indonesia tidak hanya  cukup kritis dalam menerima pelajaran di sekolah, namun pelajar juga harus peka terhadap berbagai isu dan permasalahan yang ada di Indonesia dan dunia. Mengapa dunia? Karena masa depan Indonesia akan menjadi baik ketika pelajarnya tidak seperti katak dalam tempurung dan mau memperhatikan isu dan permasalahan global. Indonesia merupakan bagian dari dunia dan mau tidak mau harus ikut aktif dalam penyelesaian permasalahan global. Hal ini dapat membantu pelajar untuk tidak memahami nasionalisme secara sempit.
Dalam memandang berbagai permasalahan dan isu tersebut seringkali kita menjadi korban pers yang semiotik. Jadi, sebagai pelajar yang kritis kita harus mencari informasi yang berimbang. Speedy mampu membantu para pelajar yang memiliki pemikiran kritis untuk mencari informasi yang berimbang.
Saya sangat sering menemukan fakta-fakta lewat internet yang tidak saya dapatkan dari televisi dan radio. Jika mencari informasi melalaui koran menurut saya itu bukan merupakan pilihan efektif bagi seorang pelajar yang kritis, karena untuk benar-benar dapat membandingkan koran satu dengan koran lainnya guna menghindari semiotika pers berarti saya harus membeli atau meminjam koran yang jumlahnya lebih dari satu. Sangat berbeda dibandingkan internet yang langsung klik atau tinggal ketik, kita langsung dengan mudah mendapatkan informasi.
Untuk membuktikan kelebihan internet dibanding media massa yang lain saya coba ambil contoh dari permasalahan RUU. Pornografi yang cukup kontroversial belum lama ini. Alangkah tidak bijaknya kita ketika belum mengerti isi RUU tersebut tetapi langsung ikut-ikutan menolak atau mendukung. Reaksi ikut-ikutan tersebut saya temui dari beberapa teman saya di sekolah, namun ketika saya bertanya apakah dia sudah membaca isi RUU tersebut secara keseluruhan, jawabnya adalah tidak. Sungguh miris memang. Saya sendiri sebelumnya ragu-ragu apakah saya harus mendukung atau menolak. Kemudian saya mencari tahu lewat internet tentang isi UU Pornografi dan alasan masing-masing kubu pendukung dan penolak hingga akhirnya saya mendapatkan kebulatan tekad untuk memilih salah satu dari dua opsi tersebut. Sehingga saya semakin bersemangat untuk mengajak teman-teman peduli akan permasalahan yang ada dalam bangsa dan dunia, dan menginformasikan kebenaran pada mereka. Selain itu saya juga semakin yakin untuk bertindak sebisa saya secara damai dan berusaha (meskipun sedikit) untuk menjadi bagian dari solusi atas permasalahan tersebut. Saya benar-benar merasa tercerahkan pada saat itu, sehingga  memacu saya untuk lebih banyak lagi memanfaatkan internet sebagai sumber informasi.
Media non internet tidak ada yang benar-benar secara bebas membiarkan masyarakat berpendapat, baik secara pribadi maupun kelompok. Internet merupakan media yang mampu secara bebas menampung berbagai pendapat masyarakat yang nantinya akan berdampak baik bagi pelajar tanpa membatasi. Menurut saya, fungsi Speedy sangatlah penting bagi pelajar kritis yang peduli, karena dapat membantu pelajar mendapatkan informasi yang berimbang atas berbagai  permasalahan dan isu yang melanda Indonesia dan dunia.
Demikian tulisan ini saya selesaikan dengan harapan Speedy selalu setia menjadi sahabat pelajar kritis dengan cara memperbaiki kekurangan yang ada, mempertahankan serta menambah kelebihan yang ada.

Minggu, 08 Januari 2012

Internasional dan Internet untuk 2012



2012.
Tiba-tiba sudah tahun 2012, tiba-tiba semester 5 sudah berakhir. Oh, waktu ini cepat sekali, apalagi untuk pemalas sepertiku..
Menengok dua tahun kebelakang, belum ada pencapaian yang berarti sejak aku pertama masuk kuliah, rasanya menyesal sekali.. dibanding waktu SMA dulu jelas  waktu kuliah ini aku mengalami kemunduran luar biasa dalam hal prestasi, meskipun secara akademik kuliah lebih baik (raport SMA ku agak ancur dulu TT), namun nilai IP ku di kuliah ini pun belum bisa dibilang memuaskan, jadi intinya dua tahun yang lalu itu benar-benar tidak memuaskan bagiku, dan aku ingin melampiaskannya di tahun 2012 ini. Ya, bisa dibilang ini tahun-tahun akhir aku kuliah, tahun besok aku sudah semester 8, istilahnya kalau untuk anak sekolah menengah, aku sudah kelas 3, sudah tua, kalau tidak mengejar target pencapaian tahun ini, kemungkinan aku tidak akan punya waktu lagi. Ya, tahun ini adalah kesempatan terakhirku, pilihannya, tahun ini juga atau tidak sama sekali !!
                Ada dua tema pencapaian targetku tahun ini, yaitu internasional dan internet. Aku ingin memperbanyak aktivitas di event-event internasional dengan dukungan internet penuh, biar ngirit, hehe. Tahun 2011 kemarin aku sempat ikut sebuah konferensi internasional yang diadakan fakultasku bekerjasama dengan Yale University. Awalnya terpaksa sih, meskipun sebenarnya tidak ada yang memaksa (lho kok?!, please deh, hehe). Ini acara diketuai oleh dosen mata kuliah  Bahasa Inggris Bisnisku soalnya. Untuk yang ingin mendapatkan tambahan nilai dari beliau dan nilai mid semesternya kurang dari 6, wajib ikut acara ini. Meskipun nilaiku tidak kurang dari 6 tapi aku ingin dapat tambahan nilai dari beliau, takutnya kalau tidak ditambah, nilai akhirku nanti tidak A, hehe. Setelah ikut acaranya ternyata asyik juga, jadi ketagihan pengen ikut event-event internasional lagi, :P. Terus kebetulan UKM Penelitian UNY setelah lebaran kemarin buka pendaftaran panitia seminar internasional :P.  UKM Penelitian UNY dipercaya ILP2MI (Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia) untuk menyelenggarakan sebuah International Conference di tahun 2012. Tanpa pikir panjang aku daftar deh :). Alhamdulillah aku kemudian dinyatakan lolos seleksi masuk menjadi staff sie PDD.
                Mendukung targetku, aku rencananya akan menjadi lebih online tahun ini. Pasalnya apa-apa yang aku butuhkan untuk menginternasionalisasi diri ada pada internet :). Terutama untuk belajar bahasa Inggris gratis :). Cari info tentang kesempatan-kesempatan ke luar negeri gratis, event internasional, kompetisi tingkat internasional dan semakin membiasakan diri untuk  bergaul dengan teman-teman di luar Indonesia sana :).


ini resolusiku,, apa resolusimu? :)

Minggu, 23 Oktober 2011

Pilihan Tempat TOEFL ® ITP di Daerah Istimewa Yogyakarta



Pengen ikut IELSP Cohort 10, karena diharuskan punya skor TOEFL ® ITP, aku pun cari-cari info tempat-tempat tes TOEFL ® ITP di Jogja beserta jadwal tes TOEFL ® ITP terdekat,, dan ini hasilnya..

PB FEB UGM
1)    Sampai saat ini, dari info yang sudah saya dapatkan,  biaya tes TOEFL ® ITP di PB FEB UGM adalah yang paling murah yaitu:
Biaya : US$ 27 (harga disesuaikan dengan kurs dollar pada waktu pembayaran)
Belakangan kurs dollar berada kurang lebih di taraf Rp 8.900,-
Jadi kira-kira US$ 27 pada saat kita mendaftar untuk jadwal tes terdekat kurang lebih sama dengan Rp 240.000,-
2)    Waktu: Minggu, 20 November 2011
3)    Deadline pendaftaran: seminggu sebelum tes.
4)    No. Telp: 0274 548510-515, pes.250
5)    Hasil bisa diambil pada 10 hari kerja setelah tes.
*Tetapi untuk dapat terlaksana, minimal harus ada 15 orang yang sudah mendaftar untuk tes TOEFL ® ITP sebelum deadline.

Web= http://feb.ugm.ac.id/id/pelatihan-bahasa.html


CILACS UII
1)    Biaya : Rp 275.000,00
2)    Waktu: Kamis, 5 dan 12 November 2011
3)    Tempat: Jalan Demangan Baru No. 24, Yogyakarta
4)    No. Telp: (0274) 540255

ELTI
1)    Biaya : Rp 300.000,00
2)    Waktu: Kamis, 18 November 2011
3)    Deadline pendaftaran: sebelum kursi penuh.
4)    Tempat: Kotabaru, dekat Perpustakaan Kota Yogyakarta dan SMA Stella Duce I
5)    No. Telp: (0274) 561849
6)    Hasil bisa diambil pada: 2 pekan setelah tes.


PPB UGM
1.    Biaya : Rp 300.000,00
2.    Waktu: 11, 14, dan 16 November 2011
3.    Tempat: Jl. Kaliurang Barat Graha Sabha Pramana, timur Fakultas Kedokteran Gigi UGM
4.    No. Telp: (0274) 549431
5.    Hasil bisa diambil pada: 10 hari setelah tes.


Semoga Bermanfaat !!! :)

*isi bisa berubah sewaktu-waktu sesuai update info yang saya dapat dari IIEF dan tempat tes yang bersangkutan.
*update terakhir pada tanggal 4 November 2011

Selasa, 11 Oktober 2011

Evaluasi Tanggap Bencana Pemerintah

 

Indonesia rawan bencana, hal ini sudah kita ketahui sejak lama, terutama pemerintah. Namun setiap ada bencana pemerintah selalu gagap. Pemerintah selama ini cenderung reaktif (lawan dari proaktif) dalam menanggapi bencana yang terjadi, pemerintah baru benar-benar bergerak jika sudah ada korban, itu pun dengan mendadak dan kurang persiapan. Pemerintah tidak melakukan tindakan proaktif yang seharusnya dilakukan jauh-jauh sebelum bencana terjadi.

Terus menyalahkan tindakan reaktif pemerintah memang sangat tidak baik, karena bencana sudah terjadi dan butuh penanganan ekstra cepat maka yang sudah dilakukan saat ini memang masih lebih baik daripada tidak sama sekali. Hanya saja mengingat ancaman bencana alam selalu mengintai Indonesia, akan lebih baik jika sebagian melakukan tanggap bencana alam untuk bencana yang saat ini sedang terjadi, dan sebagian yang lain melakukan upaya-upaya proaktif tanggap bencana sejak saat ini untuk bencana yang kemungkinan terjadi di masa yang akan datang. Ada empat langkah proaktif yang bisa dilakukan pemerintah dalam upaya tanggap bencana.

Pertama menentukan kemungkinan zona-zona rawan bencana di kawasan rawan bencana (misalnya penentuan kemungkinan zona rawan di kawasan sekitar Merapi). Kedua adalah memasang detektor bencana (seperti detektor tsunami), selama ini saya rasa pemerintah sudah cukup memasang detektor bencana alam, hanya kurang perawatan dan penjagaan pada pemasangan detektor di beberapa tempat.


Ketiga adalah mempersiapkan lokasi-lokasi yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat pengungsian masyarakat. Lokasi pengungsian ini dipilih yang mampu memuat masyarakat yang ada, harta benda masyarakat yang memungkinkan dibawa mengungsi termasuk ternak beserta pakannya. Lokasi-lokasi yang akan dijadikan tempat pengungsian ini harus fleksibel, terutama dari segi jumlah, karena jumlah masyarakat selalu bertambah. Lokasi pengungsian ini juga harus mendukung kemudahan penampungan dan pendistribusian bantuan. Selain itu penetapan koordinator di tiap-tiap lokasi pengungsian harus dilakukan sejak lama. Sistem koordinasi dan pendistribusian bantuan juga sebaiknya mulai disiapkan agar ketika bencana kembali terjadi tidak terjadi kesemrawutan.

Langkah keempat ini adalah yang paling penting, yaitu memahami karakter masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana. Pemerintah sebaiknya bekerja sama dengan sosiolog dan antropolog. Langkah keempat ini penting untuk mengetahui apakah ada hambatan kultural yang harus diatasi ataukah tidak. Jika ada maka upaya untuk mengurangi hambatan itu secara bertahap harus dilakukan. Contoh akibat dari hambatan kultural yang tidak diatasi pemerintah (yang harusnya dilakukan sejak lama) dapat kita lihat dalam kasus letusan Merapi. Dalam bencana letusan Merapi, hambatan kultural menjadi penyebab utama banyaknya korban tewas, luka-luka, dan kehilangan harta benda yang tidak sedikit. Ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah menjadikan masyarakat lereng Merapi tidak bersiap-siap mengungsikan diri dan harta bendanya sejak Merapi berstatus “siaga level 2,” akibatnya ketika bencana benar-benar di depan mata mereka tidak sempat membawa lari harta benda mereka ke pengungsian, bahkan nyawa selamat pun sudah untung. Selain itu meskipun sudah jatuh banyak korban, beberapa warga di zona rawan bencana masih saja ada yang merasa aman di rumah mereka, pemerintah menjadi terpaksa untuk memaksa mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman, dengan berbagai cara, padahal yang namanya paksaan biasanya tidak enak.

*Sumber: Rubrik Suara Mahasiswa, Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat edisi 1 Desember 2010, Penulis: Feni Tri Utami.

Rabu, 31 Desember 2008

tentang tulisan sebelum ini


Tulisan di bawah itu karyaku yang ketiga. Sebelumnya aku dua kali ikut lomba nulis. Dulu pas kelas satu nyoba ikut pertama kali dapet peringkat 15 dari sekitar 45 peserta SMA tingkat Yogyakarta. Di lomba yang kedua aku ga tau peringkat ke berapa, yang jelas ga masuk 10 besar :’D. Soalnya cuma diumumin yang 10 besar utk maju ke babak final.

Awalnya

Pertama kali guruku Bahasa Indonesia ngumumin kalo ada lomba menulis dengan tema persepsi remaja tentang produk Telkom, aku males banget ikut. Apalagi waktu itu guruku bilang kalo tu lomba tingkat nasional en hadiahnya gede banget (5 juta utk juara pertama), langsung mengkeret deh aku, pasti susah tuh menangnya, jadi pemberitahuan guruku waktu itu cuma tak anggap angin lalu, orang menang tingkat kota aja belum, mosok dah ikut lomba tingkat nasional

Beberapa waktu kemudian guruku ternyata malah mewajibkan semua siswa kelas XI buat ikut tuh lomba. Guruku yang satu ini memang terkenal suka ngasi tugas ikut lomba. Guruku nugasin kelompok, 1 kelompok 4 anak, maka muncullah kebiasaan teman-temanku, kalo ada tugas kelompok kayak gini yang ngerjain cuma salah satu dari anggota kelompok. Yaudahlah mending ditenani (diseriusin), karena syarat lombanya adalah tulisan merupakan karya individual maka ketika temen-temenku pada ga ada ide dan ga semangat ngerjain tugas aku justru semangat, okeh aku serius ikut lomba.

Proses Munculnya Ide
Ide-ku mengangkat flexi yang kurang diminati pelajar kota Yogyakarta bermula dari pengalaman pahitku (lebay..) selama menggunakan flexi. Ceritanya gini, sejak kelas X SMA aku ga cuma berteman dengan teman satu SMA tetapi aku juga sudah punya banyak teman dari berbagai SMA terutama SMA Negeri di lingkungan kota Yogyakarta, aku sering ikut acara antar SMA dan di akhir kelas X aku ikut menjadi panitia Silakbar (Silaturahmi Akbar) Farohis Jogja. Butuh pulsa ekstra untuk berhubungan dengan teman-temanku lewat hape, karena flexi hanya menawarkan harga murah untuk berhubungan dengan sesama flexi, padahal hampir ga da teman-temanku yang pake flexi, kalaupun ada biasanya punya ortunya atau nomor flexi rumah itu pun sangat sedikit (hufft). Temannya teman-temanku di SMA masing-masing pun juga sama juarang buanget (hampir ga ada) yang pake flexi.

Proses Penyelesaian Tulisan
Dalam proses penyelesaiannya aku konsultasi ma temenku yang sudah berpengalaman membuat tulisan, dua anak UNY (mbak Titis n mbak Eni) dan Ketua FLP Yogyakarta (mbak Iwul), aku bikin, trus minta mereka ngomentari karyaku. Pede-ku bertambah buanyak ketika tulisanku tak suruh baca mbak Iwul, katanya tulisanku udah bagus, hanya masih banyak salah ketik. Kalo mbak Titis waktu itu komentar aku harusnya punya bukti (misal hasil survei) kalo pelajar Yogyakarta emang bener-bener ga minat ma flexi. So, aku perbaiki tulisanku dan buat angket, trus disebarin.

Dalam penyebaran angket, dari empat anggota kelompokku hanya satu anak saat itu yang mau mbantuin aku, namanya Massaria. Proses penyebaran angket dan pengisian angket oleh responden tidaklah berjalan mulus. Ada beberapa angket yang tidak laik dipakai menjadi sumber data karena pengisian yang kurang tepat. Aku pun pake 25 angket yang laik. Hasilnya terbukti kalo hanya sedikit pelajar yang pakai flexi

Selama penyebaran angket aku minta do’a sama para responden biar aku menang, targetku juara kataku. Meski sebelum diwajibkan aku sempat minder, tapi setelah diwajibkan dan aku punya ide yang menurutku lumayan apalagi dinilai bagus oleh mbak Iwul yang ketua FLP Jogja aku jadi pede abis.

Pengumuman

Sepulang dari nginep semalam di pondok tempat kakak alumniku (Mbak Fifi) nyantri, aku dikasi tau Ibu-ku kalo kemarin sore si Dita (temenku SMA) datang ngasi kabar kalau karya aku ma dia masuk final 4 besar, dia tau dari e-mail panitia yang dikirim panitia. Spontan aku senang biyanget waktu itu. Pokoke senang biyanget lah, tingkat nasional bo, hadiahnya pun gede. Aku juga ngecek e-mailku yang tak pakai buat ngirimin karyaku, ternyata disana juga ada e-mail dari panitia (Pak Hikmat) yang menyatakan bahaw dari SMA 9 ada 2 karya yang lolos final, karyaku ma karya Dita.
Menuju presentasi 4 besar aku coba latihan sendiri ga jelas dan ga efisien, geje abis, ga tek guno hihi... . Pengen latian di depan temen-temen tapi ga kelaksana-kelaksana juga. Tapi aku emang sempet disuruh presentasi di depan kelas, dasare aku ga pinter ngomong, ya jelek lah hasile, dasare aku nervous-an

Dan, hari “H” final aku dan Dita berseragam lengkap pakai jas almamater SMA, boncengan ke kantor Telkom Yogyakarta, disana aku ma Dita di bawa kalo ga salah ke lantai dua apa tiga ya lupalah yang jelas ga di lantai satu, di suatu tempat semacam tempat rapat. Ditemani sekitar dua orang dari Telkom aku ma Dita presentasi di Jogja melalui telekonferens, jurinya ada di Bandung. Kami ga liat wajah jurinya, hanya dengar suaranya, kami pun presentsinya sambil duduk. Aku merasa beruntung saat itu karena yang disuruh presentasi pertama kali si Dita, aku pun di suruh keluar nunggu dulu. Di luar ada snack, aku di persilakan untuk mencicipi, tapi aku malah deg deg an. Tibalah saatnya presentasi, meskipun ga terbata-bata tapi suara di Bandung terdengar gemeteran. Habis itu aku di puji-puji ma bapak karyawan Telkom yang nemenin aku ma Dita, wah aku jadi yakin menang nih. Kami sih berharap juara semua, sehingga bisa pergi ke Bandung berdua.

Menunggu waktu pengumuman aku dan Dita ga sabar. Hari “H” pengumuman yang dijanjikan tidak ditepati panitia. Telat satu hari panita baru mengumumkan hasilnya, karena ga sabar, kami pun minta tolong Pak Guru Pkn yang saat itu membawa laptop ke kelas untuk menonton pengumuman, tapi si bapak tidak mau, hanya mau kalo beliau sudah berada di ruang guru, sesampainya di ruang guru kami pun melihat hasilnya. Membuncah rasanya, pas aku liat kalo aku juara I, gila!!! sedangkan si Dita Juara III!!! Kami jadi ke Bandung berdua!!!. Spontan guru-guru di sekolahku jadi heboh. Berita kemenanganku otomatis cepat tersebar di seantero sekolah khususnya siswa kelas XI

Beberapa hari berikutnya, kami harus ke Bandung bersama bapak guru bahasa Indonesia. Perjalanan menuju Bandung kami tempuh menggunakan travel. Sesampainya disana kami bertiga sudah disediakan 2 kamar hotel, satu untuk bapak guru, satu untuk aku dan Dita. Saat makan pagi di Hotel Topaz kami juga melihat mbak Meutia Hafidz yang juga sedang sarapan, siangnya dia akan menjadi moderator dalam salah satu rangkaian acara silaturahmi karyawan BUMN. Penyerahan hadiah untuk kami juga pada acara yang sama, tetapi penyerahan hadiah tersebut berada di awal acara. Sebelumnya kami sempat diwawancarai oleh koran harian lokal setempat mengenai kemenangan kami, hihihi.. baru kali ini aku diwawancarai koran. Si bapak guru bahasa Indonesia pun berperan sebagai tukang potret sampai-sampai kami lupa memotret si bapak saat menggantikan pak kepala sekolah menerima penghargaan dari Sekar Telkom (untuk SMA 9 sebagai Juara Umum).

Flexi Kurang Diminati Pelajar SMA/sederajat Kota Jogja


TELKOM merupakan perusahaan penyelenggara informasi dan telekomunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap yang terbesar di Indonesia. Produk TELKOM pun bermacam-macam, seperti Flexi, TELKOM SLI, Speddy, dll. Dalam essai ini saya akan membahas salah satu produk unggulan Telkom yang cukup populer, yaitu Flexi. Pada perkembangannya Flexi telah ikut bersaing bersama operator-operator kartu selular lain untuk memperebutkan minat para konsumen. Flexi menawarkan tarif yang cukup murah, Rp 49,00 panggilan per menit, Rp 75,00 per sms untuk sesama operator serta bonus pulsa tiap isi ulang sebanyak 100%. Sayangnya, Flexi tidak menawarkan tarif murah ke operator lain. Kekurangan Flexi yang lain ialah keharusan mengcombo nomor tiap keluar kota dan sinyalnya yang kurang kuat. Beberapa pengguna Flexi di sekitar saya terkadang mengeluhkan telepon terkadang putus-putus, suara tidak jelas, telepon terkadang mati sendiri, dan susah dihubungi.

Di luar kelebihan serta kekurangan Flexi, banyak masyarakat yang menggunakannya baik sebagai satu-satunya nomor yang bisa dihubungi atau menjadi nomor kedua di samping nomor dari handphone GSM yang sudah dimilikinya. Dari banyaknya pengguna Flexi, teman-teman saya sesama pelajar SMA di Jogja sangat jarang yang menggunakan Flexi. Fakta tersebut tidak hanya saya temukan pada teman-teman satu sekolah namun juga teman saya dari sekolah lain karena kebetulan saya aktif dalam organisasi antar SMA di Kota Jogja.

Ketidakpuasan, mendorong saya untuk mencoba menyebar angket ke beberapa pelajar SMA/sederajat di Jogja dengan pertanyaan yang lebih kompleks. Hasil dari angket yang saya sebar membuktikan bahwa Flexi kurang diminati pelajar SMA/sederajat di Kota Jogja. Semua pengisi angket menyatakan bahwa pengguna Flexi di sekolah mereka tidaklah banyak. Sedangkan alasan mereka (pengisi angket) yang tidak menggunakan Flexi bermacam-macam, yang paling banyak ialah karena sedikit dari teman mereka yang menggunakan Flexi dan pulsanya kurang murah, alasan lainnya karena sudah nyaman dengan kartu operator selular selain Flexi, serta malas ganti handphone.

Memperhatikan 2 alasan terbanyak yang dikemukakan pengisi angket, sebenarnya ada hubungan diantara kedua alasan tersebut. Pelajar dapat mengatakan bahwa pulsa Flexi kurang murah dapat disebabkan karena nomor kontak teman-teman mereka bukanlah Flexi, sehingga pulsa yang berlaku tetap standar. Sebenarnya jika dibandingkan operator lain pulsa Flexi dapat dikatakan murah. Tidak ada operator yang menawarkan biaya telepon dibawah Rp 49,00 per menit, mulai menit pertama, kapan saja serta ke telepon rumah sekalipun tarif murah tetap berlaku. Meskipun biaya sms Flexi sebesar Rp 75,00 tidak bisa disebut yang paling murah namun cukup murah jika dibandingkan tarif normal yang biasanya berlaku yaitu, Rp 350,00 per sms. Lagi-lagi, tarif murah tersebut tidak ada artinya jika nomor yang sering dihubungi bukanlah Flexi.

Pelajar SMA/sederajat sebenarnya dapat dijadikan sasaran yang tepat bagi pemasaran produk Flexi. Telepon selular tidak lagi menjadi barang mewah yang hanya dimiliki orang-orang tertentu saja, namun sekarang bagi pelajar benda itu menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Mereka tidak dapat selamanya memanfaatkan telepon rumah, karena beban kurikulum mengharuskan beberapa pelajar menambah jam belajar dengan cara mengikuti lembaga bimbingan belajar. Apalagi pelajar yang aktif di organisasi dalam dan luar sekolah, alat komunikasi portable menjadi benda yang wajib dipunyai.

Inilah tantangan bagi Flexi apakah mampu bersaing di antara operator-operator kartu selular lain untuk menguasai pasar pelajar SMA/sederajat Kota Jogja. Apakah Flexi mampu mengganti handphone GSM para pelajar menjadi handphone CDMA dengan kartu selular Flexi. Pada angket yang saya sebarkan ada pelajar yang menganggap Flexi jadul atau kuno, karena yang menggunakannya kebanyakan orang tua hanya sedikit sekali pelajar yang menggunakannya. Oleh karena itu Flexi perlu memberi perhatian lebih pada pelajar. Flexi dapat meluncurkan program-program khusus pelajar sebagai berikut:

Pertama, Flexi dapat meluncurkan program “Pelajar Agen Flexi”. Program ini memanfaatkan semangat untuk mencoba hal-hal baru yang dimiliki para pelajar usia SMA, termasuk mencoba berbisnis. Sistemnya sendiri seperti MLM, bagi pelajar yang mampu mengajak temannya sesama pelajar untuk menjadi pelanggan Flexi ia berhak mendapatkan bonus. Semakin banyak ia berhasil mengajak teman menjadi pelanggan Flexi, semakin banyak serta tinggi pula bonus yang akan diperoleh. Promosi ini dirasa lebih efektif untuk pasar pelajar daripada iklan secara besar-besaran di media elektronik maupun non elektronik. Karena bagi pelajar teman mempunyai pengaruh yang sangat besar. Namun saya juga tidak mengesampingkan fungsi iklan, sehingga program “Pelajar Agen Flexi” jalan, iklan juga jalan.

Dengan ini Flexi sebagai sebuah perusahaan milik bangsa Indonesia sudah membantu berkurangnya pengangguran di masa depan. Hal ini disebabkan karena pelajar sudah melatih jiwa kewirausahaannya sejak dini sehingga mampu menjadi sosok tangguh calon pengusaha sukses Indonesia.

Kedua, program yang saya usulkan yaitu “Tarif Khusus Pelajar Aktivis.” Pemberlakuan tarif khusus sangat berpeluang untuk menarik simpati pelajar, karena selama ini belum ada kartu operator selular yang memberlakukan tarif khusus pelajar. Sistemnya sebagai berikut: organisasi pelajar yang bersangkutan mengajukan permohonan pemberlakuan tarif khusus pengurusnya yang merupakan pelanggan Flexi, Flexi memeberikan batas minimal jumlah pengguna pelanggan Flexi di organisasi tersebut. Sehingga Flexi untung, pelajar senang.

Pengkhususan untuk para pelajar yang aktif di organisasi diharapkan mampu membuka pemikiran pelajar yang hanya memikirkan pelajaran di sekolah tanpa mau peduli dengan lingkungan sekitarnya, sehingga mereka kurang peka dan kreatif. Selain itu, pelajar yang aktif berorganisasi lebih terbiasa menghadapi berbagai macam masalah yang harus diselesaikan, sehingga membantu mereka untuk lebih dewasa dan tidak cengeng. Program ini menawarkan 2 keuntungan sekaligus, yaitu peningkatan mutu SDM Indonesia, serta bertambahnya pelanggan Flexi dari kalangan pelajar.

Ketiga, Flexi hendaknya selalu siap sedia untuk menjadi sponsor kegiatan-kegiatan positif dari, oleh, dan untuk pelajar. Program ini jelas sangat bisa menarik simpati para pelajar aktivis suatu organisasi. Dalam mengadakan kegiatan-kegiatan positif para pelajar aktivis ini seringkali menemui kesulitan dalam mencari sponsor. Apabila Flexi bersedia menjadi perusahaan terdepan yang selalu siap menjadi sponsor bagi kegiatan mereka tentu Flexi dapat mengisi tempat khusus di hati mereka. Penyelenggaraan program ini juga dapat mengurangi kegiatan-kegiatan negatif pelajar, seperti tawuran.

Keempat, program yang dapat diluncurkan Flexi ialah “Open House.” Flexi dapat menyelenggarakan “Open House” untuk lembaga-lembaga pendidikan atau sekolah. Dalam “Open House” ini Flexi dapat menerangkan bagaimana operator melayani pelanggan, serta kerja pabrik pulsa Flexi.

Program ini selain dapat menarik simpati pelajar juga dapat menarik simpati lembaga-lembaga pendidikan. “Open House” Flexi dapat menjawab keingintahuan pelajar yang haus akan informasi iptek.

Kelima, secara berkala (misalnya sebulan sekali, setahun sekali, dst), Flexi dapat menyelenggarakan forum terbuka antara pelajar dan pihak pengelola Flexi. Flexi akan menjawab secara langsung keluhan-keluhan pelajar terhadap pelayanan Flexi. Forum terbuka akan terasa lebih memuaskan karena langsung bertatap muka, tidak sekedar lewat pesan atau telepon.

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa, Flexi sebaiknya memberi perhatian lebih terhadap pelajar, karena selama ini Flexi kurang diminati para pelajar SMA/sederajat Kota Jogja.

Surga Dunia yang Baru

ilustrasi: istockphoto.com  Weh dah lama gak update disini aku. Update ah. Gara-gara Tiktok sama Podcast aku jadi menemukan cara baru yang k...